Goda-Gado dan Unag-Uneg

31 Januari, 2010

Angka 100

Filed under: Uncategorized — palguno @ 1:15 PM

Angka 100, benar, angka 100 benar-benar istimewa belakangan ini. Dia menjadi istimewa akibat maraknya demonstrasi yang mengkritisi angka 100, bukan sembarang angka 100, tapi “Program 100 Hari Pertama Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II”. Sebagian mengatakan program tersebut gagal, sebagian mengatakan berhasil, ada juga yang mengatakan hampir berhasil, atau juga pernyataan Presiden SBY bahwa Program 100 Hari hanya langkah awal untuk lima tahun ke depan. Namun biarkan, semua orang boleh berpendapat apa saja, namanya juga manusia, punya akal pasti punya pendapat masing-masing.

Mari kita lihat apa sih sebetulnya istimewanya angka 100 ini. Dulu, waktu masih sekolah, mulai dari SD bahkan sampai perguruan tinggi, angka 100 merupakan tingkat pencapaian tertinggi dalam mengikuti pelajaran. Bagaimana tidak, dalam ujian atau test, nilai 100 artinya seorang siswa mendapat nilai tertinggi karena berhasil mengerjakan semua soal tanpa salah. “Asyik, aku mendapat 100”, begitu diteriakkan siswa yang mendapat nilai 100, kadang diiringi gerakan lainnya untuk mengekspresikannya.

Lalu, angka 100 muncul pula dalam tradisi sebagian masyarakat kita. Di Jawa atau bahkan di daerah lain, 100 hari merupakan salah satu cara memperingati kematian seorang anggota keluarga. Di Jawa disebut “nyatus”, dimana para tetangga ikut berkumpul di rumah keluarga yang berkabung untuk memanjatkan doa bersama.

Ada yang istimewa juga dengan angka 100 terkait dengan kesempurnaan ataupun kelengkapan sebuah proses. Angka 100 yang dimaksud adalah 100%. Kita ingat, banyak orang mengatakan kualitas sebuah barang dengan label “ASLI 100%”. Artinya barang itu terbuat dari bahan-bahan terbaik. Di bagian lain, dalam internet kita menggunakan 100% untuk menggambarkan sebuah proses yang sedang berjalan, misalnya proses download dan upload. Nilai 100% juga tidak jarang digunakan oleh seseorang untuk menyatakan keyakinannya. “Saya percaya 100% dengan omongan saudara”, begitu biasanya diucapkan untuk meyakinkan dukungan. Bahkan kadang-kadang dengan tujuan lebih meyakinkan lagi, orang mengatakan percaya 1000%. Terlihat angka 100 memang istimewa, karena persen juga berarti per seratus.

Dalam fisika, 100 terkait dengan pengukuran suhu benda. Ya benar, 100 derajat Celcius, nilai tertinggi dalam termometer skala Celcius yang dinyatakan sebagai suhu air mendidih. Untuk mengukur masa benda, angka 100 muncul dalam satuan kuintal yang umum dipakai untuk menyatakan hasil panen pertanian, juga menyatakan banyaknya beras dalam satu karung. Satu kuintal setara dengan 100 kg, yang berarti ada ukuran yang lebih dari kilogram yang nilainya 100 kali lebih besar.

Angka 100 yang lain muncul dalam kehidupan sehari-hari yang lebih sederhana dan tak terduga. Angka 100 muncul dalam amarah seseorang, misalnya ucapan “dasar anak bandel, dipanggil sampai seratus kali kok gak jawab, bikin orang tua senewen”. Nah, angka 100 demikian saktinya, meski mungkin bukan 100 kali memanggil, namun orang menyatakan 100 sebagai jumlah yang banyak, artinya panggilan sudah dilakukan berkali-kali sampai lupa menghitungnya. Angka 100 juga muncul dalam sebuah pernyataan hukuman. “Ayo, bagi yang telat hukumannya push up 100 kali!”, ucapan seorang komandan kepada prajuritnya. Kembali lagi angka 100 menjadi sakti karena para prajurit yang telat akan dengan patuh melaksanakan hukuman dari komandan.

Masih banyak keistimewaan angka 100 yang bisa dituliskan. Mungkin karena itu, Presiden SBY mengambil angka 100 untuk mengukur kinerja awal kabinetnya. Banyak skala waktu untuk mengukur jalannya sebuah proses, misalnya tiga bulan, satu semester, satu tahun, dan lain-lain. Namun mungkin karena keistimewaan angka 100, SBY lebih memilih 100 hari. Berdasarkan keistimewaannya, 100 membuat orang ingat pada nilai 100% yang berarti sebuah proses sudah sempurna atau lengkap, mungkin hal itu yang membuat banyak orang menuntut kesempurnaan kinerja Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II pada 100 hari pertamanya. Atau mungkin juga karena 100 bisa digunakan sebagai ungkapan kemarahan atau hukuman seperti kasus orang tua marah kepada anaknya atau komandan kepada prajuritnya yang tertulis di atas. Akibatnya banyak demonstrasi menggugat keberhasilan program 100 hari, tapi ini mungkin lho. Alasan lain yang menggerakkan demonstrasi bisa apa saja, biarlah itu urusan para pengamat politik untuk membahasnya.

Sebagai penutup, perhatikan persegi empat ajaib formasi empat di bawah ini. Ajaib karena angka 100 selalu muncul sebagai hasil penjumlahan angka-angka pada setiap baris, kolom, dan kedua diagonal persegi empat ajaib tersebut. Juga penjumlahan kuadran yang masing-masing terdiri dari empat sel, kuadran kiri atas, kanan atas, kiri bawah, kanan bawah, dan kuadran tengah.

Jadi berapa Anda memberi nilai untuk tulisan ini? Mudah-mudahan SERATUS.

Iklan

2 Komentar »

  1. Wlah … ngeblog juga sekarang

    Komentar oleh fahmi — 1 Februari, 2010 @ 1:01 PM | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: