Goda-Gado dan Unag-Uneg

13 Februari, 2010

Pun(Y)akawan

Filed under: Uncategorized — palguno @ 11:19 PM

Judul tulisan ini memang sengaja ditulis seperti di atas, huruf “Y” ada dalam kurung. Judul ini pertama kali penulis lihat dalam sebuah stiker Dagadu Yogya dengan gambar Punakawan seperti dalam kisah pewayangan. Punakawan yang dalam kisah pewayangan berperan sebagai abdi Pandawa merupakan sebuah keluarga dengan kepala keluarga bernama Semar. Semar adalah kepala pedusunan Karang Tumaritis.

Dalam kisah pewayangan, Punakawan muncul di setiap cerita untuk memberikan adegan-adegan humor. Sebetulnya peran Punakawan lebih dari sekedar membuat penonton tertawa, namun Punakawan juga sering memberikan petuah-petuah bagi keluarga Pandawa. Semar, sebagai kepala keluarga dianggap paling banyak memberikan nasehat bagi tindakan yang akan diambil oleh Pandawa. Peran Semar yang penuh wibawa ini tidak lepas dari statusnya yang sebenarnya adalah Dewa, bahkan dewa tertinggipun, Batara Guru, sangat menghormati Semar yang memiliki nama dewa adalah Batara Ismaya. Sedangkan para putra Semar yaitu Gareng, Petruk, dan Bagong juga tidak ketinggalan memberikan kata-kata bijak meskipun lewat gaya jenaka, terkadang ledekan antar tokoh pewayangan.

Punakawan yang bertugas mendampingi keluarga Pandawa adalah kawan setia dalam petualangan. Didampingi Punakawan, artinya seorang ksatria Pandawa memiliki kawan seperjalanan yang saling menjaga. Oleh sebab itu ada Punakawan berarti “punyakawan” seperjalanan yang bisa diandalkan. Dalam dunia modern, kawan tentu sangat dibutuhkan untuk maju bersama. Sebaliknya, kawan memiliki musuh yaitu lawan, yang harus dihindari. Beda satu huruf, kawan bisa menjadi lawan, bisa juga dimaknai bahwa seorang kawan bisa dengan mudah menjadi lawan, sebaliknya lawan juga bisa menjadi kawan.

Di dalam percaturan politik, kita mengenal istilah koalisi dan oposisi. Pengertian sederhananya adalah koalisi berarti berkawan, sedangkan oposisi artinya berlawanan. Kawan harus sepaham, lawan boleh tidak sepaham. Namun sebetulnya bagaimana menjadi kawan yang baik. Kawan yang baik tentunya harus saling mengingatkan bila kawan yang lain salah supaya kembali menjadi benar. Kawan juga harus memberikan dorongan bila kawan yang lain memang bertindak benar. Bagaimanapun, sistem perkawanan atau persahabatan harus dibangun berdasarkan niat saling membantu dalam kebaikan.

Lalu bagaimana yang terjadi bila ada kawan yang mengkritik tindakan kita? Bila kritik itu demi kebaikan, terimalah. Bila kritik itu tidak benar, ajaklah kawan untuk berdialog dan beri penjelasan atas tindakan kita yang sejelas-jelasnya. Jangan pernah membuang seorang kawan gara-gara ada kritikan terhadap tindakan kita, biasakanlah untuk melakukan komunikasi secara baik sesama kawan. Sekali kita salah mengambil tindakan pada seorang kawan, maka tidak menutup kemungkinan kawan akan berubah menjadi lawan. Bila itu terjadi, sangat disayangkan, bagaimanapun kawan adalah harta yang sangat berharga.

Memang tidak mudah menerima kritik atau teguran dari seorang kawan. Namun kawan yang membiarkan kawan lainnya bertindak salah bisa disebut bukan kawan yang baik. Karena itu, bila ada kawan yang mengungkapkan kesalahan tindakan kita, terimalah dengan jiwa besar. Toh itu untuk kebaikan kita sendiri. Jangan pernah mengancam akan menghentikan perkawanan gara-gara seorang kawan yang mengkritik atau mengungkap kesalahan kita.

Setiap tindakan yang didasari niat baik dan kejujuran, akan membuat hidup kita tenang, dan malam hari bisa tidur nyenyak. Tindakan akan selalu didukung kawan, kawan juga akan makin bertambah. Kalau kita bertindak benar, jangan pernah takut tidak memiliki kawan. Kawan akan makin bertambah bagi orang yang benar, dan bagi yang salah akan kehilangan kawan. Sangat tidak baik mengancam seorang kawan hanya karena kita merasa lebih berkuasa.

Seperti beberapa hari ini, sering kita dengar di pemberitaan, istilah mitra koalisi yang dianggap tidak setia pada komitmen bersama. Sebetulnya siapa saja yang berkoalisi dan untuk apa koalisi itu dibangun. Kalau yang berkoalisi itu partai politik atau pejabat negara, tentunya koalisinya demi kebaikan rakyat. Lalu kalau ada tindakan yang merugikan rakyat, sudah sewajarnya kawan yang berkoalisi saling mengingatkan, toh itu demi kebaikan juga. Tapi kalau niat koalisinya kurang baik, maka dalam perjalanannya juga akan banyak masalah. Akhirnya muncul ancaman, akan dikeluarkan dari perkawanan, lebih gawat lagi bila perkawanan itu ada dalam tatanan pemerintah pusat, kabinet misalnya. Lah gawat donk, kalau kabinet anggotanya gonta-ganti terus, karena dianggap tidak menurut pada kawan yang lebih berkuasa.

Tindakan mengeluarkan kawan gara-gara memberikan kritik atau tidak sepaham mengingatkan masa kecil kita. Sewaktu kecil kita sering tidak mengajak kawan gara-gara tidak mau mengikuti tindakan kita meskipun tindakan itu sebetulnya, misalnya hendak mengambil mangga tetangga tanpa ijin alias mencuri. Kalau memang begitu, apakah para pejabat itu masih berpikiran seperti anak kecil, atau karena masa kecilnya terlalu bahagia sehingga tidak mau meninggalkan masa kecilnya meski sudah menduduki jabatan tinggi. Namun perlu diingat pula, lakukan kritik dengan cara yang baik dan santun, buatlah kawan mendengar kritikan dengan respon yang positif.

Memang indah bila memiliki banyak kawan, dan sangat menjengkelkan bila memiliki lawan meski hanya satu orang. Jadi, Anda mau jadi kawan atau lawan? Mudah-mudahan jadi kawan, kawan yang baik tentunya.

Iklan

2 Komentar »

  1. Tulisan yang bagus Mas Gun.
    Asyik dibacanya.
    Teruskan mas, hoby menulisnya.
    Siapa tau jadi Statistisi sejati….Loh apa hubungannya?
    Ha ha ha
    Siiip deh

    Komentar oleh Kodir — 14 Februari, 2010 @ 6:37 AM | Balas

    • Makasih Dir, hubungan statistisi sejati ada kok, mangsudnya statistisi sejati ga boleh bo’ong

      Komentar oleh palguno — 14 Februari, 2010 @ 9:41 AM | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: