Goda-Gado dan Unag-Uneg

28 Maret, 2010

Markus

Filed under: Uncategorized — palguno @ 5:33 AM

Ketika mendengar kata makelar, maka yang terpikir pertama kali adalah makelar yang terkait dengan proses jual beli. Selama ini kita mengenal makelar mobil, makelar tanah, makelar rumah dan lain-lain. Dalam proses jual beli, seorang makelar berperan menjadi penghubung antara penjual dan pembeli. Makelar akan menawarkan barang kepada pembeli, kemudian dia akan mengambil keuntungan dari komisi penjualan. Tidak jarang seorang makelar juga berperan sebagai agen pemasaran dengan melakukan bujuk rayu kepada pembeli agar tertarik kepada barang yang dijual. Komisi penjualan bagi seorang makelar bisa diambil berdasarkan persentase harga jual barang ataupun selisih harga yang ditawarkan pembeli dengan harga penjualan. Karena itulah seorang makelar akan selalu berusaha menaikkan harga barang agar dia mendapat komisi yang lebih tinggi.

Akhir-akhir ini kita sering mendengar jenis makelar yang lain. Setelah istilah makelar mobil, makelar tanah, dan makelar rumah akrab di telinga kita, sekarang muncul istilah makelar kasus yang disingkat menjadi markus. Kalau makelar tanah berarti dia berperan dalam jual beli tanah, maka bisa dikatakan makelar kasus juga berperan dalam jual beli kasus. Persoalannya adalah kasus seperti apa yang diperjualbelikan? Salah satunya adalah kasus hukum, baik itu di tingkat kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan. Bahkan tidak sedikit pula kasus yang sudah divonis pengadilan dan si terdakwa telah menjadi narapidana di pengadilan.

Ada perbedaan yang mendasar antara makelar tanah atau mobil dengan makelar kasus. Kalau makelar mobil akan mempromosikan mobil yang akan dijual dengan nilai-nilai yang tinggi, atau kualitas yang tinggi, agar harganya tinggi. Namun makelar kasus justru akan memperkecil kasus yang akan diperjualbelikan, bahkan bisa menjadi tidak ada. Anehnya, kalau makelar mobil akan menaikkan harga dengan mengatakan mobilnya kualitas tinggi sehingga memperoleh harga tinggi, sedangkan makelar kasus akan memperkecil kasus namun tetap mendapat harga tinggi. Lebih aneh lagi, makelar kasus akan mendapatkan harga yang sangat tinggi bila kasus yang diperjualbelikan bisa hilang. Menghilangkan sesuatu yang diperjualbelikan justru akan dianggap keberhasilan seorang makelar kasus.

Markus yang sedang jadi bintang minggu ini adalah markus di kepolisian. Tuduhan ini bermula dari pernyataan Susno Duaji yang dulunya adalah mantan Kabareskrim Mabes Polri. Susno yang dulunya dikenal dalam pertarungan cicak vs buaya kini angkat bicara tentang lembaganya sendiri. Istilahnya sekarang sang buaya menyanyi dan menyeberang ke pihak cicak. Nyanyianyapun bikin para “buaya” yang lain sakit kepala.

Ada dua orang oknum pejabat tinggi di kepolisian yang mendapat tuduhan ini, dan keduanya adalah pejabat yang memiliki pangkat dengan tanda bintang. Mungkin ini pula yang mempercepat keduanya menjadi bintang karena memang sudah memiliki bintang di pundaknya. Namun tuduhan ini mendapat sanggahan dari pihak-pihak yang dituduh. Akibatnya berita-berita di media massa berisi saling tuding, saling sanggah, saling membela diri, dan saling menyalahkan satu sama lain. Tuduhan ini juga melibatkan oknum pejabat dari lembaga lain yaitu dari pejabat bidang perpajakan. Yah memang karena markus yang ini terkait dengan kasus penggelapan pajak dan kabarnya melibatkan uang sekitar dua puluh lima milyar rupiah.

Penerimaan pajak yang sangat diandalkan pemerintah sebagai sumberdana pembangunan di luar utang, kok ya disalahgunakan. Katanya pajak untuk rakyat, lalu kalau pajak diselewengkan, maka negara rugi, kalau negara rugi, rakyatlah yang akan paling besar kena dampaknya. Pajak yang seharusnya manfaatnya untuk kesejahteraan rakyat, karena adanya markus ini maka manfaatnya hanya dirasakan oleh segelintir orang. Pajak berubah menjadi palak, sehingga perpajakan berubah menjadi pemalakan. Pemalakan dilakukan oleh markus agar kasus penyelewengan pajak menjadi kecil dan hilang.

Oleh karena itu, presiden sebagai pemimpin tertinggi dalam tatanan negara ini harus bertindak tegas kepada para markus. Bahkan kalau perlu markus harus berhadapan dengan petrus (penembak misterius). Sesuai janjinya, presiden harus memberikan tauladan bagi pemberantasan korupsi termasuk markus. Semoga presiden menjadi pahlawan bagi pemberantasan korupsi karena masyarakat menyukai pahlawan.

Iklan

20 Maret, 2010

Obama

Filed under: Uncategorized — palguno @ 7:47 PM

Sebagai presiden sebuah negara yang memiliki pengaruh besar dalam percaturan politik dan ekonomi dunia, kedudukan Obama tentu banyak mendapat sorotan. Amerika Serikat (AS) sebagai sebuah negara, selama ini mengklaim dirinya adalah polisi dunia dengan peran yang diklaim sendiri juga sebagai penegak demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM). Dengan alasan HAM pulalah, AS sering menekan berbagai kebijakan negara lain, bahkan sering mencampuri terlalu dalam. Tidak sedikit pula dengan alasan melindungi perdamaian dunia atau melawan teroris, AS menginvasi negara lain. Tentu kita masih ingat bagaimana AS terlibat perang Korea, Vietnam, Panama, Somalia, Afghanistan, dan Irak.

AS memang negara besar, baik dari segi ekonomi, politik, dan luas wilayahnya yang meliputi sebagian besar kawasan Amerika Utara. Dan sebagai presiden negara besar, keputusan Obama untuk melakukan kunjungan ke suatu negara banyak ditunggu. Hal ini tentunya terkait dengan prospek kerjasama yang bisa dibangun. Khusus untuk Indonesia, Obama memiliki ikatan emosional tersendiri karena semasa sekolah dasar dia pernah tinggal di Indonesia selama sekitar empat tahun.

Terkait dengan rencana kedatangan Obama ke Indonesia, berbagai persiapan dilakukan oleh pihak pemerintah Indonesia. Mulai dari persiapan pengamanan yang super ketat sampai dengan acara sambutan berkenaan dengan kenangan Obama kecil waktu tinggal di Indonesia. Bahkan jauh sebelum rencana kedatangan Obama ini resmi diumumkan, sebuah patung Obama kecil didirikan di Taman Menteng. Namun karena muncul pro dan kontra, akhirnya patung tersebut dipindahkan ke SD tempat Obama kecil pernah bersekolah di Menteng. Ada juga yang unik, beberapa pedagang bakso berencana akan menawarkan bakso untuk dicicipi Obama. Lebih unik lagi, seseorang yang wajahnya mirip dengan Obama di Indonesia sering muncul di layar TV, berpidato seolah-olah dirinya adalah Obama.

Selain pihak yang pro Obama di Indonesia, ternyata ada juga pihak yang kontra terhadap kedatangan Obama. Sebagai contoh, Hisbu Tahrir Indonesia (HTI) menganggap tidak selayaknya Indonesia menerima Obama karena dianggap sebagai presiden sebuah negara yang banyak menyengsarakan dunia Islam. Lebih keras lagi, HTI sampai mengeluarkan fatwa haram terhadap Obama. Namun itu pendapat HTI, silakan setuju atau tidak.

Dalam perkembangan terakhir, ternyata pihak Gedung Putih tempat Obama berkantor mengumumkan bahwa kunjungan Obama ke Asia Pasifik diundur sampai bulan Juni 2010. Mau bagaimana lagi, meskipun logistik dan petugas keamanan AS telah tiba di Indonesia, karena kunjungannya batal maka segala persiapan harus “dibungkus” kembali. Kekecewaan pasti muncul di antara pihak-pihak yang ingin menyambutnya. Keinginan untuk menyambut presiden AS yang masa kecilnya pernah di Indonesia untuk sementara diurungkan.

Alasan batalnya kunjungan Obama bulan ini adalah karena di negaranya sedang dilakukan pembahasan serius tentang pengesahan RUU Reformasi Kesehatan. Isi RUU ini akan menjamin warga AS yang tidak mampu untuk mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan. Obama mengalami ancaman penolakan dari kubu Partai Republik di Senat AS, bahkan ada juga penolakan dari kubu Partai Demokrat yang sebetulnya adalah partai pendukungnya. Akibatnya, Obama tidak bisa meninggalkan negaranya karena harus melakukan lobi, tidak hanya lobi pada kubu Republik, tapi juga lobi untuk kubu Demokrat. Dampak dari penolakan RUU Reformasi Kesehatan adalah kredibilitas Obama di mata rakyat yang telah memilihnya karena reformasi kesehatan merupakan salah satu janji dalam kampanyenya.

Nah di sinilah kita melihat ada perbedaan yang besar dengan di Indonesia. Di negara kita, meski tidak ada dalam undang-undang, partai politik (parpol) pendukung presiden berkuasa harus selalu setuju dengan presiden, termasuk parpol yang tergabung dalam koalisi. Sebuah kebetulan juga, di AS dan Indonesia partai pendukung presiden bernama sama yaitu Partai Demokrat. Namun di Indonesia, anggota parlemen dari koalisi parpol pendukung presiden harus tunduk pada satu keputusan. Jika tidak tunduk akan ada ancaman dikeluarkan dari koalisi. Aneh memang, kalau di AS seorang presiden masih harus melobi anggota parlemen agar mendapat dukungan, di Indonesia yang keluar adalah ancaman. Bahkan karena alasan untuk mendapat dukungan, Obama membatalkan kunjungannya ke luar negeri. Semua itu untuk memenuhi janji kampanyenya.

Memang janji adalah utang, dan utang harus dilunasi. Apapun janji yang diucapkan ketika berkampanye, maka rakyat menunggu realisasinya. Mudah-mudahan pemimpin negara ini mampu merealisasikan janji yang telah terucap, seperti halnya Obama yang bekerja keras demi janji kampanyenya terwujud.

15 Maret, 2010

Barter

Filed under: Uncategorized — palguno @ 9:49 AM

Barter, sebuah kata yang masuk dalam kosa kata istilah ekonomi. Dalam kamus Merriam-Webster, barter secara etimologi berasal dari kata bartren (Middle English), muncul pada sekitar abad ke-15. Kata ini berasal dari Anglo-French bareter yang berarti to do business, exchange, turunan dari kata barater (Old French). Jadi barter memiliki arti yang identik dengan pertukaran atau bisnis dengan cara melakukan pertukaran.

Barter merupakan sebagai sebuah kegiatan dagang yang dilakukan dengan cara mempertukarkan komoditi yang satu dengan komoditi lain. Jadi dalam barter terjadi proses jual beli namun pembayarannya tidak menggunakan uang, melainkan menggunakan barang. Tentunya nilai barang yang dipertukarkan tidak jauh berbeda atau sama nilainya. Jual beli seperti ini lazim dilakukan pada jaman dahulu ketika mata uang belum berlaku. Namun saat ini ketika mata uang sudah berlaku di seluruh dunia, bahkan sudah ada sistem transaksi elektronik, barter masih berlangsung di beberapa tempat.

Proses jual beli dengan mempertukarkan barang sah secara hukum. Bahkan Indonesia pernah melakukan barter pesawat produksi IPTN dengan beras ketan dari Thailand. Pertimbangan melakukan barter sering didasari oleh kepraktisan karena tidak perlu membelanjakan uang hasil jual beli untuk memperoleh komoditi yang dibutuhkan. Komoditi yang dipertukarkan dalam proses barter bisa langsung digunakan oleh masing-masing pihak. Sebagai contoh petani bisa menukarkan berasnya dengan daging, sehingga tidak perlu lagi berbelanja daging untuk mendapatkan lauk pauk.

Itulah barter yang terjadi dalam perdagangan komoditi. Namun belakangan ini kita sering mendengar barter dalam sektor lain, yaitu barter politik. Kalau dalam sektor ekonomi barter dilakukan untuk mempertukarkan barang, lalu dalam dunia politik, apa yang dipertukarkan? Tentunya dengan merujuk asal kata dan definisinya, barter berarti ada proses tukar menukar komoditi. Karena yang terjadi ada dalam dunia politik, berarti komoditi yang dipertukarkan juga komoditi politik. Komoditi politik seperti apa yang dipertukarkan? Komoditi yang saling menguntungkan tentunya.

Komoditi politik yang baik dipertukarkan dengan komoditi politik yang baik pula akan berdampak baik. Misalnya program kesehatan gratis ditukar dengan program pendidikan gratis. Artinya kedua program saling mendukung, saling membiayai, dan saling menguatkan. Dampaknya orang sehat bisa berpikir secara baik untuk mendapatkan pendidikan tinggi, orang berpendidikan tinggi bisa melakukan gaya hidup sehat. Dampaknya saling menguatkan dan sangat baik.

Namun apa yang sekarang ramai dibicarakan di media massa, barter politik dilakukan untuk mendapatkan jabatan atau kedudukan penting di pemerintahan. Barter politik juga dilakukan dalam kasus hukum, orang yang bersalah ditukar dengan orang yang bersalah sehingga menjadi tidak bersalah. Seperti dalam matematika, minus kali minus akan menjadi positif. Nah, kalau sudah begini siapa yang diuntungkan, tentunya hanya pihak yang melakukan barter saja. Padahal dalam politik kenegaraan, seharusnya keuntungan terbesar harus ada pada rakyat, bukan hanya pejabat atau penguasa saja.

Pertukaran hal-hal yang baik sangat dianjurkan, namun pertukaran hal-hal buruk sangat tidak dianjurkan. Oleh karena itu, mulailah sekarang kalau mau barter, jangan keburukan dipertukarkan dengan keburukan, namun kebaikan dipertukarkan dengan kebaikan. Lebih gawat lagi bila terjadi pertukaran kebaikan dengan keburukan, karena hasilnya menjadi keburukan. Plus kali minus akan menghasilkan minus, itu dalam matematika yang juga bisa terjadi ketika kebaikan dipertukarkan dengan keburukan. Jadi sekali lagi, dengan dilandasi niat baik, kebaikan harus selalu menghasilkan kebaikan. Keuntungan dalam dunia politik jangan dinikmati sendiri, tapi bagikanlah demi kebahagiaan seluruh masyarakat.

Sebagai penutup, penulis akan senang jika ada yang mau barter tulisan. Semoga bisa saling melengkapi dan menjadi bahan evaluasi bagi penulis. Terima kasih.

6 Maret, 2010

Dukungan dan Beda Pendapat

Filed under: Uncategorized — palguno @ 5:51 PM

Hari-hari belakangan ini kita dijejali dengan berbagai pemberitaan terkait kasus Bank Century. Topik yang diberitakan berkutat pada masalah bail out yang konon katanya bermasalah, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana kesimpulan hasil kerja Pansus DPR RI yang bekerja untuk menangani masalah ini. Pro dan kontra tentang proses bail out Bank Century muncul dari berbagai pendapat para ahli yang dengan mempesonanya berbicara pada talkshow di televisi.

Terlepas dari ada atau tidaknya pelanggaran hukum pada kasus Bank Century ini, namun kenyataannya di masyarakat muncul berbagai demonstrasi. Demonstrasi yang menuntut penyelesaian hukum kasus Century, atau malahan muncul demonstrasi yang justru mendukung para pengambil kebijakan dana talangan Bank Century. Pro dan kontra, dukung mendukung pada pihak-pihak yang berbeda, itu masalah yang wajar, namanya juga manusia, punya pikiran, punya pendapat, tentunya punya pilihan akan berpihak di mana. Namun sayangnya mengapa sikap dukung mendukung itu harus diikuti oleh bentrokan, tindakan anarkis, lalu berujung dengan banyak orang yang terluka. Lalu kalau sudah begini, siapa juga yang harus menanggung kerugian. Diri sendiri tentunya.

Bentrokan antar mahasiswa yang berdemo dengan aparat, atau antar warga pendemo sendiri yang berbeda pendapat banyak terjadi. Sayang sekali, semua adalah warga bangsa Indonesia, baik mahasiswa, masyarakat biasa, aparat, pejabat yang didemo, pejabat yang didukung, sekali lagi adalah warga bangsa Indonesia. Sikap saling memaksakan kehendak, sikap arogan, sikap egois, dan sikap ingin selalu menang akan terus mengundang adanya tindak kekerasan. Bukankah sikap beda pendapat itu akan lebih baik bila bisa diterima untuk saling mengisi. Bagaimanapun setiap masalah bisa dicari solusinya, dan untuk mendapat solusi harus ada komunikasi. Itulah kuncinya, komunikasi yang baik diharapkan bisa menghasilkan solusi yang terbaik.

Solusi yang bisa memuaskan semua pihak dengan tingkat kepuasan yang sama tentu tidak bisa diperoleh, namun solusi yang terbaik adalah yang paling kecil menimbulkan kerugian pada semua pihak. Meminimalisir kerugian untuk kepentingan bersama sangat mungkin diperoleh, meski kadang dengan cara yang sulit. Sekali lagi, kalau memang untuk kepentingan bangsa, marilah kita duduk bersama, bawa pendapat masing-masing yang berbeda itu boleh. Namun jangan membawa sikap untuk selalu menang sendiri.

Mahasiswa sebagai kaum terdidik, seharusnya bisa berdemo secara baik. Aparat sebagai penegak hukum dan penjaga keamanan, juga harus bertindak sesuai prosedur yang ada. Tindakan saling pukul, saling lempar, saling ejek, bisa hilang jika semua bersikap santun dan taat hukum. Tidak perlu bertengkar mempertahankan pendapat, karena bila pendapat itu benar, maka kebenaran itu akan menang. Kebenaran akan menang meski dengan cara yang sulit dan panjang.

Daripada saling bertengkar karena mengklaim membawa pendapat yang paling benar, atau mendukung siapa yang benar, akan lebih baik bila kita kompak menyuarakan dukungan kepada pihak-pihak yang selama ini terpinggirkan. Beri dukungan kepada anak-anak keluarga tidak mampu supaya bisa bersekolah. Beri dukungan kepada para pahlawan penyelamat lingkungan. Beri dukungan pada usaha perbaikan layanan umum kesehatan, pendidikan, dan jaminan sosial. Beri dukungan kepada orang-orang yang kekurangan modal untuk membuka usaha. Beri dukungan untuk meningkatkan kualitas barang-barang produksi dalam negeri agar tidak kalah dengan produk impor. Itu contoh-contoh dukungan yang seharusnya terus disuarakan.

Mendukung hal-hal yang benar itu sangat baik, teruslah dukung hal-hal yang baik tersebut. Semua akhirnya kalau memang benar dan baik, bangsa ini juga yang akan menikmati. Kebenaran akan selalu menang, bahkan kebenaran akan selalu terdengar meski dibisikkan dalam keriuhan kerumunan massa. Karena itu, marilah kita dukung usaha-usaha untuk menolong dan membantu pihak-pihak yang belum beruntung. Bukan tindakan dukung mendukung karena pamrih, apalagi diakhiri dengan bentrokan. Hidup damai itu indah, damai membuat bahagia, dan bahagia membuat badan sehat. Badan sehat membuat kita bersemangat dalam bekerja.

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: