Goda-Gado dan Unag-Uneg

6 Maret, 2010

Dukungan dan Beda Pendapat

Filed under: Uncategorized — palguno @ 5:51 PM

Hari-hari belakangan ini kita dijejali dengan berbagai pemberitaan terkait kasus Bank Century. Topik yang diberitakan berkutat pada masalah bail out yang konon katanya bermasalah, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana kesimpulan hasil kerja Pansus DPR RI yang bekerja untuk menangani masalah ini. Pro dan kontra tentang proses bail out Bank Century muncul dari berbagai pendapat para ahli yang dengan mempesonanya berbicara pada talkshow di televisi.

Terlepas dari ada atau tidaknya pelanggaran hukum pada kasus Bank Century ini, namun kenyataannya di masyarakat muncul berbagai demonstrasi. Demonstrasi yang menuntut penyelesaian hukum kasus Century, atau malahan muncul demonstrasi yang justru mendukung para pengambil kebijakan dana talangan Bank Century. Pro dan kontra, dukung mendukung pada pihak-pihak yang berbeda, itu masalah yang wajar, namanya juga manusia, punya pikiran, punya pendapat, tentunya punya pilihan akan berpihak di mana. Namun sayangnya mengapa sikap dukung mendukung itu harus diikuti oleh bentrokan, tindakan anarkis, lalu berujung dengan banyak orang yang terluka. Lalu kalau sudah begini, siapa juga yang harus menanggung kerugian. Diri sendiri tentunya.

Bentrokan antar mahasiswa yang berdemo dengan aparat, atau antar warga pendemo sendiri yang berbeda pendapat banyak terjadi. Sayang sekali, semua adalah warga bangsa Indonesia, baik mahasiswa, masyarakat biasa, aparat, pejabat yang didemo, pejabat yang didukung, sekali lagi adalah warga bangsa Indonesia. Sikap saling memaksakan kehendak, sikap arogan, sikap egois, dan sikap ingin selalu menang akan terus mengundang adanya tindak kekerasan. Bukankah sikap beda pendapat itu akan lebih baik bila bisa diterima untuk saling mengisi. Bagaimanapun setiap masalah bisa dicari solusinya, dan untuk mendapat solusi harus ada komunikasi. Itulah kuncinya, komunikasi yang baik diharapkan bisa menghasilkan solusi yang terbaik.

Solusi yang bisa memuaskan semua pihak dengan tingkat kepuasan yang sama tentu tidak bisa diperoleh, namun solusi yang terbaik adalah yang paling kecil menimbulkan kerugian pada semua pihak. Meminimalisir kerugian untuk kepentingan bersama sangat mungkin diperoleh, meski kadang dengan cara yang sulit. Sekali lagi, kalau memang untuk kepentingan bangsa, marilah kita duduk bersama, bawa pendapat masing-masing yang berbeda itu boleh. Namun jangan membawa sikap untuk selalu menang sendiri.

Mahasiswa sebagai kaum terdidik, seharusnya bisa berdemo secara baik. Aparat sebagai penegak hukum dan penjaga keamanan, juga harus bertindak sesuai prosedur yang ada. Tindakan saling pukul, saling lempar, saling ejek, bisa hilang jika semua bersikap santun dan taat hukum. Tidak perlu bertengkar mempertahankan pendapat, karena bila pendapat itu benar, maka kebenaran itu akan menang. Kebenaran akan menang meski dengan cara yang sulit dan panjang.

Daripada saling bertengkar karena mengklaim membawa pendapat yang paling benar, atau mendukung siapa yang benar, akan lebih baik bila kita kompak menyuarakan dukungan kepada pihak-pihak yang selama ini terpinggirkan. Beri dukungan kepada anak-anak keluarga tidak mampu supaya bisa bersekolah. Beri dukungan kepada para pahlawan penyelamat lingkungan. Beri dukungan pada usaha perbaikan layanan umum kesehatan, pendidikan, dan jaminan sosial. Beri dukungan kepada orang-orang yang kekurangan modal untuk membuka usaha. Beri dukungan untuk meningkatkan kualitas barang-barang produksi dalam negeri agar tidak kalah dengan produk impor. Itu contoh-contoh dukungan yang seharusnya terus disuarakan.

Mendukung hal-hal yang benar itu sangat baik, teruslah dukung hal-hal yang baik tersebut. Semua akhirnya kalau memang benar dan baik, bangsa ini juga yang akan menikmati. Kebenaran akan selalu menang, bahkan kebenaran akan selalu terdengar meski dibisikkan dalam keriuhan kerumunan massa. Karena itu, marilah kita dukung usaha-usaha untuk menolong dan membantu pihak-pihak yang belum beruntung. Bukan tindakan dukung mendukung karena pamrih, apalagi diakhiri dengan bentrokan. Hidup damai itu indah, damai membuat bahagia, dan bahagia membuat badan sehat. Badan sehat membuat kita bersemangat dalam bekerja.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: