Goda-Gado dan Unag-Uneg

20 Maret, 2010

Obama

Filed under: Uncategorized — palguno @ 7:47 PM

Sebagai presiden sebuah negara yang memiliki pengaruh besar dalam percaturan politik dan ekonomi dunia, kedudukan Obama tentu banyak mendapat sorotan. Amerika Serikat (AS) sebagai sebuah negara, selama ini mengklaim dirinya adalah polisi dunia dengan peran yang diklaim sendiri juga sebagai penegak demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM). Dengan alasan HAM pulalah, AS sering menekan berbagai kebijakan negara lain, bahkan sering mencampuri terlalu dalam. Tidak sedikit pula dengan alasan melindungi perdamaian dunia atau melawan teroris, AS menginvasi negara lain. Tentu kita masih ingat bagaimana AS terlibat perang Korea, Vietnam, Panama, Somalia, Afghanistan, dan Irak.

AS memang negara besar, baik dari segi ekonomi, politik, dan luas wilayahnya yang meliputi sebagian besar kawasan Amerika Utara. Dan sebagai presiden negara besar, keputusan Obama untuk melakukan kunjungan ke suatu negara banyak ditunggu. Hal ini tentunya terkait dengan prospek kerjasama yang bisa dibangun. Khusus untuk Indonesia, Obama memiliki ikatan emosional tersendiri karena semasa sekolah dasar dia pernah tinggal di Indonesia selama sekitar empat tahun.

Terkait dengan rencana kedatangan Obama ke Indonesia, berbagai persiapan dilakukan oleh pihak pemerintah Indonesia. Mulai dari persiapan pengamanan yang super ketat sampai dengan acara sambutan berkenaan dengan kenangan Obama kecil waktu tinggal di Indonesia. Bahkan jauh sebelum rencana kedatangan Obama ini resmi diumumkan, sebuah patung Obama kecil didirikan di Taman Menteng. Namun karena muncul pro dan kontra, akhirnya patung tersebut dipindahkan ke SD tempat Obama kecil pernah bersekolah di Menteng. Ada juga yang unik, beberapa pedagang bakso berencana akan menawarkan bakso untuk dicicipi Obama. Lebih unik lagi, seseorang yang wajahnya mirip dengan Obama di Indonesia sering muncul di layar TV, berpidato seolah-olah dirinya adalah Obama.

Selain pihak yang pro Obama di Indonesia, ternyata ada juga pihak yang kontra terhadap kedatangan Obama. Sebagai contoh, Hisbu Tahrir Indonesia (HTI) menganggap tidak selayaknya Indonesia menerima Obama karena dianggap sebagai presiden sebuah negara yang banyak menyengsarakan dunia Islam. Lebih keras lagi, HTI sampai mengeluarkan fatwa haram terhadap Obama. Namun itu pendapat HTI, silakan setuju atau tidak.

Dalam perkembangan terakhir, ternyata pihak Gedung Putih tempat Obama berkantor mengumumkan bahwa kunjungan Obama ke Asia Pasifik diundur sampai bulan Juni 2010. Mau bagaimana lagi, meskipun logistik dan petugas keamanan AS telah tiba di Indonesia, karena kunjungannya batal maka segala persiapan harus “dibungkus” kembali. Kekecewaan pasti muncul di antara pihak-pihak yang ingin menyambutnya. Keinginan untuk menyambut presiden AS yang masa kecilnya pernah di Indonesia untuk sementara diurungkan.

Alasan batalnya kunjungan Obama bulan ini adalah karena di negaranya sedang dilakukan pembahasan serius tentang pengesahan RUU Reformasi Kesehatan. Isi RUU ini akan menjamin warga AS yang tidak mampu untuk mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan. Obama mengalami ancaman penolakan dari kubu Partai Republik di Senat AS, bahkan ada juga penolakan dari kubu Partai Demokrat yang sebetulnya adalah partai pendukungnya. Akibatnya, Obama tidak bisa meninggalkan negaranya karena harus melakukan lobi, tidak hanya lobi pada kubu Republik, tapi juga lobi untuk kubu Demokrat. Dampak dari penolakan RUU Reformasi Kesehatan adalah kredibilitas Obama di mata rakyat yang telah memilihnya karena reformasi kesehatan merupakan salah satu janji dalam kampanyenya.

Nah di sinilah kita melihat ada perbedaan yang besar dengan di Indonesia. Di negara kita, meski tidak ada dalam undang-undang, partai politik (parpol) pendukung presiden berkuasa harus selalu setuju dengan presiden, termasuk parpol yang tergabung dalam koalisi. Sebuah kebetulan juga, di AS dan Indonesia partai pendukung presiden bernama sama yaitu Partai Demokrat. Namun di Indonesia, anggota parlemen dari koalisi parpol pendukung presiden harus tunduk pada satu keputusan. Jika tidak tunduk akan ada ancaman dikeluarkan dari koalisi. Aneh memang, kalau di AS seorang presiden masih harus melobi anggota parlemen agar mendapat dukungan, di Indonesia yang keluar adalah ancaman. Bahkan karena alasan untuk mendapat dukungan, Obama membatalkan kunjungannya ke luar negeri. Semua itu untuk memenuhi janji kampanyenya.

Memang janji adalah utang, dan utang harus dilunasi. Apapun janji yang diucapkan ketika berkampanye, maka rakyat menunggu realisasinya. Mudah-mudahan pemimpin negara ini mampu merealisasikan janji yang telah terucap, seperti halnya Obama yang bekerja keras demi janji kampanyenya terwujud.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: