Goda-Gado dan Unag-Uneg

3 April, 2010

Gaji Besar dan Korupsi

Filed under: Uncategorized — palguno @ 10:30 AM

Pengeluaran seseorang berbanding lurus dengan pendapatan seseorang. Itu idealnya, pengeluaran tidak lebih dari pendapatan. Namun banyak juga yang tidak mematuhi norma ideal tersebut, artinya pengeluaran jauh lebih besar dari pendapatan. Akibatnya, pendapatan tidak bisa memenuhi pengeluaran. Solusinya harus cari pendapatan tambahan, bagi yang sudah punya pekerjaan, untuk menambah pendapatan atau penghasilan dia harus mencari pekerjaan sampingan. Itu kalau dia masih memiliki waktu guna melakukan pekerjaan sampingan.

Bekerja sebagai wiraswastawan, atau bekerja pada orang lain merupakan pilihan. Pilihan bekerja pada orang lain terbagi menjadi bekerja di sektor swasta atau negara. Bekerja untuk lembaga negara yang berarti menjadi pegawai negeri merupakan salah satu bentuk pengabdian untuk melayani publik atau masyarakat umum. Jaman dahulu pegawai negeri identik dengan gaji kecil, namun banyak yang mengiginkannya. Alasannya karena tempat kerjanya tidak akan bangkrut seperti perusahaan swasta, selain itu ada jaminan pensiun.  Saat ini gaji pegawai negeri bisa dikatakan tidak lagi kecil. Asumsinya gaji besar akan meningkatkan kinerja, membuat orang tidak perlu mencari pekerjaan sampingan demi penghasilan tambahan, dan yang terpenting tidak bertindak di luar hukum demi mendapatkan uang tambahan. Tindakan di luar hukum inilah yang dianggap korupsi.

Gaji besar, menghapuskan korupsi. Itu idealnya, karena banyak pengeluaran yang bisa dipenuhi bila seseorang mendapatkan penghasilan tinggi. Namun ternyata gaji besar yang artinya orang tersebut memiliki posisi tinggi atau penting, justru membuatnya bisa bertindak demi kepentingannya sendiri. Bila seseorang memiliki posisi tinggi atau penting namun tidak disertai akhlak yang baik, tentunya tindakannya juga tidak baik. Curang dan bertindak merugikan akan menjadi pilihan seseorang dengan akhlak yang buruk. Korupsi karena alasan demi menambah penghasilan adalah salah besar. Memang sebesar apapun gaji, kalau jelek mengatur pengeluaran hasilnya adalah selalu pengeluaran lebih dari penghasilan.

Kesempatan untuk korupsi, ditambah dengan akhlak atau moral yang buruk membuat proses korupsi terus berlangsung di negeri ini. Dari banyak pemberitaan, para koruptor  yang tertangkap merupakan orang-orang dengan penghasilan tinggi. Jadi alasan bahwa korupsi terjadi karena pegawai negeri bergaji kecil menjadi salah. Pegawai negeri dengan gaji kecil berarti posisinya juga rendah, justru tidak korupsi karena tidak ada kesempatan atau peluang untuk korupsi. Kalaupun ada, pegawai posisi bawah hanya akan korupsi dengan jumlah kecil. Sedangkan pegawai negeri yang memiliki posisi tinggi, apalagi yang memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan, akan lebih mudah melakukan korupsi, dalam jumlah besar lagi.

Lalu apa sebenarnya yang membuat seseorang enggan melakukan korupsi? Kuncinya adalah kesadaran dia bahwa jabatannya adalah amanah rakyat, dan amanah tidak boleh dikhianati. Amanah akan membawa berkah, sedangkan khianat membawa laknat. Jadi mulailah dari sekarang, siapapun yang diberi amanah, jalankan amanah itu sebaik-baiknya. Kepedulian pada orang lain bisa membuat orang bertindak penuh dengan tanggung jawab. Kepedulian kepada rakyat juga seharusnya membuat para pejabat di negeri ini bertindak dengan penuh tanggung jawab pada amanah yang diembannya.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: