Goda-Gado dan Unag-Uneg

28 April, 2010

Hukum

Filed under: Uncategorized — palguno @ 8:35 AM

Konon katanya, Indonesia adalah negara hukum. Segala sesuatunya harus didasarkan pada hukum. Mau ini, mau itu, mau begini, mau begitu, tidak boleh melanggar hukum. Bila melanggar, maka ada sanksinya, penjara atau denda. Pokoknya bila melanggar hukum akibatnya sangat tidak enak.

Hukum negara dituangkan dalam bentuk undang-undang dasar, undang-undang, peraturan pemerintah, dan lain-lain. Semua aturan hukum tersebut bersifat mengikat terhadap semua warga negara Indonesia. Baik kecil atau besar, miskin atau kaya, pejabat atau rakyat biasa, ilmuwan atau orang awam, harus mengerti hukum agar tindakannya tidak melanggar hukum.

Lalu untuk apa negara punya hukum? Katanya sih biar terjamin rasa keadilan, artinya hukum untuk menjamin keadilan warga negara. Benarkah begitu? Jawabannya benar, hukum berfungsi memberikan rasa adil dan aman bagi warga negara. Siapapun yang melanggar hukum akan dikenai sanksi, sehingga warga negara yang lemah bisa dilindungi dari para pelanggar hukum. Siapa para pelanggar hukum? Jawabannya adalah orang jahat yang melanggar hukum. Siapa yang dilindungi oleh hukum? Jawabannya adalah orang baik yang taat hukum. Berarti hukum melindungi orang baik dari tindakan orang jahat.

Hukum melindungi orang baik. Lalu siapa yang menegakkan hukum? Jawabannya adalah aparat penegak hukum yang diberi tugas dan wewenang oleh negara untuk menjamin hukum berjalan dengan semestinya. Hukum berjalan dengan semestinya berarti hukum dipatuhi dan tidak dilanggar. Bila terjadi pelanggaran aparat penegak hukum bertindak tegas memberi sanksi, tidak peduli siapapun yang melakukan pelanggaran. Benarkah aparat penegak hukum mampu menjamin tegaknya hukum? Bagaimana jika yang melanggar hukum justru aparat penegak hukum itu sendiri? Siapa yang harus memberi sanksi penegak hukum yang melanggar hukum? Tegaskah sanksi yang diberikan kepada penegak hukum yang melanggar hukum?

Hukum harus tegas kepada siapapun, hukum harus adil kepada siapapun. Benarkah hukum di negara ini telah ditegakkan secara tegas dan adil? Jawabannya belum, bahkan konon katanya masih jauh dari rasa adil. Hukum terasa galak bila dikenakan pada orang lemah, orang miskin, orang bodoh, dan orang-orang yang awam terhadap hukum. Namun hukum menjadi sangat lemah bila bertemu pejabat, orang kaya, orang yang mengerti hukum, dan orang yang seharusnya menegakkan hukum. Kok bisa begitu? Karena orang kaya punya banyak uang, orang miskin tidak punya banyak uang, itu jawabannya. Artinya hukum bisa dibeli dengan uang, itu kira-kira.

Selama hukum bisa dibeli dengan uang, maka hukum akan menjadi mati dari fungsinya sebagai pemberi rasa aman dan keadilan. Lalu dari mana orang lemah bisa mendapatkan perlakuan hukum secara adil? Jawabannya adalah dari pemerintah, lalu kalau pemerintahnya juga melanggar hukum, bagaimana? Maka sulit untuk mendapatkan perlakuan hukum yang adil. Yang terjadi adalah penegakan hukum lewat aksi jalanan, demonstrasi, protes, unjuk rasa, dan lain-lain. Semua demi menuntut rasa keadilan.

Oleh karena itu, wahai para penegak hukum, berhentilah melanggar hukum. Beri rasa adil kepada masyarakat. Semoga semua bisa adil.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: