Goda-Gado dan Unag-Uneg

14 Juni, 2010

Sifat Kekanakan

Filed under: Uncategorized — palguno @ 11:24 AM

Ketika masih kecil, banyak tingkah kita yang kata orang lucu. Memang banyak anak kecil yang menjadi favorit orang dewasa karena kelakuannya. Cara bicara yang tidak jelas alias cadel, cara berjalan yang masih goyah, sikap manja dan banyak sifat kekanakan lain menjadi bahan candaan orang dewasa.

Ketika dewasa, apakah sifat kekanakan yang dulu dianggap lucu akan tetap dianggap lucu? Ternyata tidak. Waktu kecil, anak kecil yang nakal justru kadang menyenangkan dan menggelikan akibat kenakalannya tersebut. Anak kecil yang ketika makan disuapin juga banyak dimaklumi orang karena bila dibiarkan makan sendiri bisa malah berantakan akibatnya. Sekarang bagaimana bila sifat nakal atau kebiasaan disuapin itu terjadi pada orang dewasa? Bisa fatal akibatnya.

Anak kecil nakal itu biasa, tapi bagaimana jika pejabat nakal, bisa merugikan banyak orang. Anak kecil disuapi itu bisa dimaklumi, tapi bagaimana bila pejabat disuap, bisa kena periksa KPK tentunya.

Sungguh sayang sebetulnya bila kita lihat apa yang terjadi di negeri ini belakangan ini. Banyak sifat para pejabat yang bisa dikatakan tidak mencerminkan sifat dewasa. Usia memang sudah dewasa, bahkan tua, namun sifat masih seperti anak-anak. Suka ngambek, tidak mau kalah, tidak mau berbagi, suka menyembunyikan barang milik orang lain, berbohong; itu semua merupakan sifat kekanak-kanakan.

Bukankah pejabat yang korupsi itu sama saja dengan menyembunyikan atau mengambil milik orang lain. Ibarat anak kecil, agar mendapat bagian yang besar, dia tidak mau berbagi permen dengan teman-temannya. Demikian juga kalau bisa permen milik temannya juga diminta padahal dia sendiri sudah punya permen. Itu sifat anak kecil yang masih terus dibawa ketika sudah dewasa dan memiliki jabatan.

Belakangan ini marak Pemilukada di beberapa daerah di tanah air. Pada awalnya dengan sikap lantang para kandidat peserta Pemilukada menyatakan siap kalah, siap menang, dan akan bertanding secara jujur dan adil. Namun apa yang terjadi, ketika diumumkan kalah dalam perhitungan suara, yang muncul adalah tindakan anarki melalui pendukungnya. Dengan alasan adanya kecurangan, tindakan perusakan fasilitas umum seolah-olah dibenarkan. Ibarat anak kecil yang kalah bermain kelereng, dia akan marah-marah atau mengamuk ke teman-temannya yang lain. Seharusnya para kandidat yang merasa dicurangi tersebut membawa bukti kecurangan ke jalur hukum yang ada.

Ada lagi pejabat yang suka ngambek bila tidak dituruti keinginannya. Dengan dalih demi rakyat, mereka mengajukan peraturan atau permintaan tambahan dana. Namun bila tidak dikabulkan, mereka beramai-ramai mengeluarkan pernyataan yang bernada seperti orang ngambek. Tidak jarang disertai ancaman akan keluar dari suatu perkumpulan. Argumen yang disampaikan secara berapi-api di media masa tidak mengesankan sebagai politisi yang memiliki jiwa seorang negarawan. Sekali lagi ibarat anak kecil yang ingin jajan namun dilarang ibunya, anak tersebut ngambek yang lalu dilanjutkan dengan tangisan.

Memang masa kecil adalah masa yang indah. Namun tidak selayaknya pikiran anak kecil tidak terus dibawa sampai dewasa. Orang boleh memiliki jiwa kekanakan, namun pikiran dewasa yaitu bahwa hidup harus bermanfaat buat orang lain. Anak kecil hanya berpikir sesaat, namun orang dewasa harus bisa berpikir untuk jauh ke depan. Anak kecil tidak berpikir apa dampak akibat tindakannya, namun orang dewasa melalui analisis pikirannya bisa mengetahui dampak tindakannya.

Marilah sekarang bertindak sebagai orang dewasa yang mengerti bahwa sekecil apapun tindakan kita akan berpengaruh bagi orang lain. Karena tindakan kita akan selalu berdampak bagi orang lain, oleh karena itu bertindaklah hanya untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: