Goda-Gado dan Unag-Uneg

6 Juli, 2010

Sepak Bola, Bola Dunia, dan Pelajaran Geografi

Filed under: Uncategorized — palguno @ 10:25 AM

Pesta sepak bola sejagat tahun ini diselenggarakan untuk pertama kalinya di Benua Afrika, tepatnya di Afrika Selatan. Negeri yang pernah mengalami rezim apartheid yang rasialis ini dipercaya oleh FIFA untuk menyelenggarakan perhelatan akbar di dunia sepak bola. Sebanyak 32 negara dari lima benua hadir sebagai tim terbaik yang berlaga dalam babak penyisihan.

Saat ini putaran Piala Dunia akan memasuki babak semifinal, empat negara masuk dalam putaran semifinal. Belanda, Uruguay, Jerman, dan Spanyol menjadi tim terbaik yang akan berlaga di semifinal. Tiga negara Eropa dan satu negara Amerika Latin yaitu Uruguay akan berusaha menjadi tim sepak bola dunia terbaik tahun ini.

Ada yang menarik ketika kita menyaksikan siaran piala dunia di televisi. Melihat tim yang bertanding, dengan nama negara yang sudah banyak dikenal sampai dengan negara yang baru terdengar atau tidak banyak dikenal. Belanda, Jerman, Inggris, Perancis, Australia, Amerika Serikat, Argentina, Jepang dan beberapa lainnya merupakan negara yang sudah banyak dikenal di Indonesia. Namun Pantai Gading, Ghana, dan Honduras mungkin beberapa negara yang belum banyak dikenal.

Bagi tuan rumah sendiri, Afrika Selatan, mungkin banyak yang belum tahu bahwa negara tersebut memiliki tiga ibukota, bukan satu ibukota seperti negara kita. Pretoria, Bloemfontein, dan Cape Town merupakan tiga kota yang menjadi ibukota Afrika Selatan. Berkat adanya Piala Dunia di Afrika Selatan kita jadi tahu bahwa sebuah negara tidak hanya punya satu ibukota.

Hal yang menarik lainnya, sebelum berlaga, bendera negara dari tim yang akan bertanding muncul di lapangan, dalam ukuran besar lagi. Penonton akhirnya menjadi tahu seperti apa warna bendera Chile, Serbia, atau Slovenia selain bendera Amerika Serikat yang sudah banyak dikenal di negeri ini. Selain warna bendera, tampang para pemain juga menjadi perhatian penggemar sepak bola, mulai dari kulit hitam, kulit putih, kulit coklat, mata sipit, rambut keriting, semuanya menggambarkan etnis yang ada di negaranya masing-masing.

Orang juga sering bertanya ketika baru mendengar sebuah nama negara yang bertanding. Pertanyaannya mulai di mana negara itu, seperti apa keadaan negara tersebut, dan bagaimana orang-orangnya. Pertanyaan yang lebih kritis akan menjurus bagaimana kondisi perekonomian negara tersebut dibanding negara kita. Mengapa negara yang katanya miskin kok bisa ikut putaran Piala Dunia, sedangkan negara kita tidak bisa. Berikut banyak pertanyaan lainnya.

Bola bumi (globe) atau peta dunia menjadi referensi ketika kita ingin tahu di mana negara yang bertanding. Melalui gambar yang ada di peta, bisa dilihat apa ibukotanya, kota besar apa saja yang ada, dan penampakan lainnya misalnya sungai atau danau yang ada di negara tersebut. Selain peta, artikel tentang negara peserta Piala Dunia juga memberi pengetahuan tentang siapa presidennya, bagaimana kondisi sosialnya, dan etnis apa saja yang mendiami negara tersebut.

Jadi bermula dari keinginan untuk menonton sepak bola, kemudian bertanya tentang negara yang bertanding, akhirnya secara tidak langsung penggemar sepak bola berubah menjadi peneliti yang sedang belajar geografi. Pertanyaan terkait kondisi negara, nama pemimpin, sampai hal yang sederhana seperti apa warna benderanya telah merubah perhelatan Piala Dunia menjadi pelajaran geografi. Orang yang tadinya tidak tahu letak sebuah negara, menjadi tahu tentang negara tersebut. Itulah berkah pengetahuan dari perhelatan akbar Piala Dunia, tidak hanya menghibur, tapi juga mendidik karena membuat orang belajar geografi secara tidak sengaja.

Jadi kapan negara kita bisa ikut Piala Dunia? Supaya orang di ujung dunia sana tahu tentang Indonesia. Mudah-mudahan masih ada keinginan dari para pesepakbola negara ini untuk maju dan menjadi atlet profesional, sehingga bisa berbangga diri sebagai negara yang mewakili Asia di ajang Piala Dunia.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: