Goda-Gado dan Unag-Uneg

14 Juli, 2010

Kewajiban dan Kewenangan

Filed under: Uncategorized — palguno @ 9:31 AM

Tertib, rapi, dan teratur, adalah beberapa hal yang banyak didambakan oleh masyarakat. Lalu lintas yang tertib, trotoar yang rapi, dan pusat perbelanjaan yang teratur adalah contoh ideal kawasan perkotaan yang seharusnya ada.

Lalu siapa yang harus menjaga dan menjamin supaya kondisi tetap berjalan sesuai harapan masyarakat? Tentunya harus ada petugas yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas-tugas itu. Di negara kita, ada polisi yang bertugas menjaga keamanan sekaligus menjaga ketertiban baik di jalanan maupun di lingkungan tempat tinggal.

Siapapun yang mendapatkan tugas, berarti mereka memiliki kewajiban yang menyertai tugasnya tersebut. Di dalam proses menjalankan kewajiban, mereka juga memiliki kewenangan berupa hak untuk melakukan sesuatu guna mendukung tugasnya. Lalu, bagaimana pihak-pihak yang mendapatkan amanah itu dalam menjalankan kewajiban dan kewenangan.

Sebagai contoh, polisi yang merupakan pelindung masyarakat memiliki kewajiban melayani masyarakat dan menjamin keamanan. Mereka berwenang untuk melakukan penahanan kepada oknum-oknum yang dianggap melanggar ketertiban dan keamanan. Terkait masalah ketertiban, di Indonesia dikenal juga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang salah satu tugasnya adalah memastikan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) secara benar.

Namun bicara soal Satpol PP, tidak jarang kita justru mengidentikkkan dengan tindakan kekerasan. Mulai dari kasus penggusuran pedagang, pengemis, dan yang masih hangat adalah bentrokan Satpol PP dengan warga di sekitar lokasi makam Mbah Priok. Segala tindak kekerasan ini berawal dari kewenangan Satpol untuk bisa melakukan penggusuran bagi siapa saja yang dianggap melanggar Perda. Kewenangan yang terkadang diangggap berlebihan dan menimbulkan konflik dengan warga.

Apakah kewajiban dan kewenangan yang melekat pada pihak penegak disiplin itu salah sehingga yang muncul adalah tindakan anarkis? Sebetulnya tugas menegakkan disiplin itu harus ada di lingkungan masyarakat, kewajiban harus dilakukan dan kewenangan mengambil tindakan tegas bagi pelanggar itu merupakan sesuatu yang harus terjadi. Kewajiban harus dilaksanakan, sedangkan kewenangan merupakan hak yang boleh dilakukan jika dianggap perlu.

Pada lingkup yang lebih tinggi lagi, kewajiban menjaga aturan itu juga dilaksanakan oleh lembaga yang lebih tinggi. KPK yang salah satu tugasnya melakukan pemberantasan korupsi memiliki kewajiban untuk menindaklanjuti dugaan pidana korupsi. Dalam pelaksanaan tugasnya KPK berwenang melakukan penahanan terhadap tersangka korupsi. Beberapa pihak mengganggap KPK merupakan lembaga yang superbody, namun sudah seharusnya begitu karena memang tugasnya melawan kelompok-kelompok besar pelanggar hukum. Jadi wajar kalau untuk melawan kelompok besar dibutuhkan lembaga superbody yang tidak takut dengan segala macam gertakan.

Jadi sebetulnya kewajiban dan kewenangan itu sudah selayaknya dilaksanakan dengan baik. Bagaimanapun, amanah yang diberikan kepada petugas penegak hukum harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan dan masyarakat. Mengemban amanah itu memang tidak mudah, namun siapapun yang diberi amanah sudah seharusnya bersyukur karena mendapat kepercayaan. Selayaknya rasa syukur itu diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan kewajiban dan kewenangan yang bisa memberikan ketentraman bukan ketakutan.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: