Goda-Gado dan Unag-Uneg

23 Juli, 2010

Rapor Merah

Filed under: Uncategorized — palguno @ 10:45 AM

Dua pekan sudah tahun ajaran baru anak sekolah dimulai. Rasa suka dan ceria terlihat di wajah para pelajar yang masuk ke kelas baru, sekolah baru, teman-teman baru, bahkan buku dan baju baru. Bagi yang nilainya bagus, mereka naik kelas dengan rasa bangga. Begitu juga bagi yang lulus, mereka bisa berbangga setelah kerja keras ujian akhirnya bisa masuk ke sekolah idaman, entah SMP atau SMA.

Nilai bagus yang diraih oleh para pelajar dicatat dalam buku rapor mereka. Nilai jelek juga dicatat dalam rapor dan membuat hati sedih. Istilahnya bagi pelajar, nilai jelek artinya rapor mereka ada nilai merah. Nilai jelek merupakan aib bagi pelajar, bisa karena malas belajar, sering bolos atau memang tidak mampu mengikuti pelajaran.

Namun ternyata rapor merah tidak hanya milik anak sekolah. Pekan lalu para menteri yang terhormat yang duduk di Kabinet Indonesia Bersatu II juga mendapat rapor merah. Lalu siapa yang memberikan nilai jelek dalam rapor mereka? Rapor merah juga akibat suatu tindakan yang lebih dari sekedar malas, namun menunjukkan ada catatan jelek pada kinerja mereka.

Jabatan menteri merupakan jabatan publik yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya pada Presiden, namun kepada rakyat, bahkan juga harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Pemimpin yang amanah harus bisa mempertanggungjawabkan apa yang dipimpinnya.

Bila anak sekolah mendapat rapor merah karena malas belajar, lalu bagaimana kalau menteri yang mendapat rapor merah. Apakah mereka juga malas belajar? Jawabannya adalah memang mereka malas belajar. Bukan pelajaran anak sekolah, namun menteri harus mau belajar pada kebutuhan rakyat, kesulitan rakyat, dan keluhan rakyat. Segala yang kurang harus dipelajari untuk kemudian diperbaiki agar tidak kurang lagi.

Kinerja buruk akibat malas belajar berakibat pada target pembangunan yang tidak tercapai, pemborosan anggaran negara, bahkan merajalelanya korupsi. Anak sekolah malas belajar karena mungkin pikiran mereka belum dewasa sehingga tidak tahu akibat dari kemalasan mereka. Namun seorang menteri sudah seharusnya tahu akibat bila mereka malas. Atau mungkin karena sifat yang hanya mementingkan diri sendiri, sombong, atau ketidakpedulian pada rakyat. Mungkin saja mereka hanya ingat pada jabatannya saja.

Ada pernyataan lucu atau mengesalkan sebetulnya terakait rapor merah para menteri. Ada menteri merasa tidak khawatir jika kena reshufle gara-gara rapornya merah. Seharusnya bukan masalah reshufle yang dimunculkan, namun rapor merah berarti dia tidak bisa menjalankan amanah dengan baik. Sudah seharusnya menteri merasa tidak enak atau minta maaf kepada rakyat Indonesia karena belum bisa menjalankan tugasnya dengan baik, bukannya ngomongin reshufle.

Jadi pemimpin yang amanah memang tidak mudah, godaan uang atau harta akibat jabatannya memang sulit ditolak. Namun kalau niat menjadi pemimpin atau pejabat adalah ikhlas bekerja demi rakyat, maka Insya Allah godaan duniawi tidak bisa mengalahkan keikhlasan sebagai pemimpin. Mudah-mudahan para pemimpin negeri ini bisa bersifat ikhlas, ikhlas bekerja untuk mensejahterakan rakyat.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: