Goda-Gado dan Unag-Uneg

23 Agustus, 2010

Berbuka Puasa di KRL

Filed under: Uncategorized — palguno @ 10:22 AM

Dua belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadhan. Rasa lapar, haus, mengantuk, lemas, mengiringi hari-hari di bulan puasa ini. Namun semua itu bisa dilalui dengan nikmat dan tanpa beban karena adanya keyakinan dan keimanan untuk menjalankan puasa di bulan ini sebagai salah satu rukun Islam.

Seharian menahan nafsu dahaga dan lapar, bahkan puasa lebih dari sekedar menahan lapar dan haus, namun juga menahan nafsu berupa menjaga pandangan, omongan, dan pendengaran dari hal-hal buruk. Tentunya menjaga dari keburukan tidak hanya selama bulan Ramadhan, namun juga di bulan-bulan lainnya. Lalu, apakah yang paling menggembirakan bagi umat yang berpuasa. Jawabannya adalah saat berbuka puasa.

Memang saat berbuka puasa adalah saat yang membahagiakan. Saat berbuka puasa ditandai oleh kumandang adzan maghrib. Bahkan selama bulan Ramadhan ini, acara adzan maghrib di TV atau radio merupakan acara yang sangat ditunggu. Padahal biasanya adzan maghrib di TV atau radio jarang menjadi perhatian. Minuman segar, baik dingin atau hangat bisa menjadi pelepas dahaga setelah berpuasa seharian.

Berbuka puasa bersama keluarga merupakan saat-saat yang sangat membahagiakan. Namun bagi saya yang tiap hari kerja melakukan perjalanan bolak-balik dari Bogor-Jakarta, maka saat berbuka puasa lebih sering dilakukan di gerbong KRL. Apapun kondisinya, namun berbuka puasa tetap saja nikmat meski harus dilakukan di dalam gerbong. Suasana menjadi menyenangkan karena sebagian besar penumpang KRL memang berpuasa dan berbuka dalam saat bersamaan.

Hal menarik yang terjadi selama berbuka puasa di KRL adalah adanya semangat berbagi antara sesama penumpang KRL. Tidak sedikit penumpang yang membawa jajanan atau minuman berlebih akan membagi bekalnya kepada penumpang lain yang ada di sekitaranya. Bahkan penumpang non muslim yang tidak berpuasa, mereka ikut menghormati penumpang muslin yang berpuasa. Contohnya adalah mereka tidak akan makan atau minum sampai saat berbuka puasa tiba. Begitu saat berbuka puasa tiba, saudara-saudara kita yang non muslim baru akan memakan atau meminum bekalnya.

Pernah suatu hari saya melihat seorang penumpang membawa satu kantong kurma, saat berbuka tiba kantong kurma itu dia edarkan kepada penumpang lain dengan cara diberikan satu tangan ke tangan lainnya. Ada juga seorang penumpang yang membawa satu dus air mineral kemasan gelas plastik, secara spontan begitu bedug maghrib tiba dia bagi-bagikan air mineral tersebut. Bahkan ketika ada seorang anggota TNI yang tampak kesulitan membuka tasnya untuk mengambil bekal minumannya akibat gerbong yang penuh, secara sukarela ada penumpang yang memberikan minuman ringan. Bapak TNI itu pada awalnya menolak, namun melihat keikhlasan penumpang yang baik hati itu maka dia menerima pemberiannya.

Itulah mungkin hikmah berpuasa bagi kita semua. Adanya semangat berbagi, ikhlas memberikan sebagian bekal kita, menjadikan puasa yang awalnya sangat melelahkan akhirnya menjadi manis. Suasana bahagia karena bisa berbuka bersama dalam gerbong, menjadikan orang yang tidak saling kenal menjadi merasa sebagai satu keluarga yang seolah-olah berada dalam jamuan meja makan menyantap menu berbuka puasa yang lezat. Semoga suasana saling berbagi selama bulan Ramadhan ini bisa terus berlanjut di bulan-bulan selanjutnya.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: