Goda-Gado dan Unag-Uneg

23 Agustus, 2010

Kereta Khusus Wanita

Filed under: Uncategorized — palguno @ 10:24 AM

Kereta api merupakan salah satu alat transportasi massal yang murah dan cepat. Selama ini kereta listrik yang lebih populer disebut KRL melayani penumpang commuter jabodetabek. Pagi dan sore merupakan saat-saat sibuk KRL karena terjadi lonjakan penumpang yang sangat tinggi.

Sebagai sarana angkutan umum yang melayani penumpang dengan berbagai latar belakang, maka banyak hal bisa terjadi dalam gerbong KRL. Kasus yang marak belakangan ini adalah kasus pelecehan terhadap penumpang perempuan yang dilakukan oleh segelintir penumpang pria iseng.

Untuk mengantisipasi adanya kasus pelecehan, maka pihak pengelola KRL memberikan fasilitas khusus bagi penumpang wanita. Fasilitas tersebut adalah adanya gerbong khusus wanita yang disebut Kereta Khusus Wanita (KKW).

Peluncuran KKW dilakukan mulai tanggal 19 Agustus 2010. Ada dua gerbong yang dijadikan KKW, yaitu satu gerbong di masing-masing ujung rangkaian kereta. Jadi bila rangkaian kereta terdiri dari delapan gerbong, maka gerbong nomor 1 dan 8 menjadi KKW. Di KKW, penumpang laki-laki tidak boleh masuk, hanya khusus wanita dan anak-anak di bawah umur sepuluh tahun.

Tindakan pengelola KRL Jabodetabek ini patut dihargai karena dilandasi niat baik untuk memberikan kenyamanan bagi para wanita yang tidak ingin bercampur dengan penumpang laki-laki. Satu gerbong isinya semua wanita, bahkan petugas keamanan yang ada juga wanita. Bagi ibu yang ingin menyusui bayinya tidak perlu risih lagi karena semua penumpang wanita. Bahkan suasana berdesak-desakanpun bisa sedikit nyaman karena semuanya wanita.

Lalu bagaimana dengan pasangan suami istri yang juga menggunakan jasa KRL. Tidak ada gerbong khusus suami istri, jadi terpaksa kalau istrinya ingin bersama suaminya, maka dia harus naik gerbong umum yang bercampur dengan penumpang lak-laki. Sebab tidak ada gerbong khusus suami istri, jadi ya terpaksa memang tetap harus naik di gerbong umum. Begitupun bagi para wanita yang ingin tetap bersama kawan-kawan prianya, maka dia juga harus naik di gerbong umum. Yang jelas KKW harus steril dari penumpang laki-laki termasuk waria. Kalaupun ada laki-laki di KKW, maka dia adalah anak-anak di bawah 10 tahun atau petugas khusus kereta.

Itulah niat baik dari pengelola KRL untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang wanita. Namun sayangnya KKW hanya disediakan untuk rangkaian KRL ekspres dan AC ekonomi. Untuk KRL ekonomi masih belum ada KKW. Jadi ya terpaksa para penumpang wanita masih harus rela berdesakan dengan penumpang pria. Padahal KRL ekonomi adalah KRL dengan rangkaian gerbong yang selalu penuh sesak, terutama di jam berangkat kerja dan pulang kerja. Di masa mendatang perlu dipikirkan pula bagaimana cara memberikan perlindungan penumpang wanita yang ada di KRL ekonomi. Mudah-mudahan niat baik pengelola KRL ini konsisten guna melindungi para penumpang wanita dari tindakan tidak senonoh penumpang iseng.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: