Goda-Gado dan Unag-Uneg

17 September, 2010

Mengapa Hanya Selama Ramadhan?

Filed under: Uncategorized — palguno @ 9:39 AM

Ramadhan bulan penuh berkah. Saatnya memperbanyak amal dan ibadah. Selama Ramadhan semua orang seolah-olah menjadi orang baik, menjadi orang yang rajin beribadah, menjadi orang yang senang bersedekah.

Ramadhan membuat orang menahan nafsu, tentunya nafsu yang tidak baik. Selain menahan lapar dan haus, selama Ramadhan orang juga harus menjaga pandangan, omongan, dan perbuatan dari hal-hal buruk. Tidak boleh berbohong, tidak boleh menggunjing, tidak boleh bicara kasar, tidak boleh menjelek-jelekkan orang lain, itu semua yang dilakukan selama Ramadhan.

Sebulan penuh umat muslim berpuasa. Pada akhirnya ditutup dengan hari kemenangan yang dikenal dengan perayaan Idul Fitri. Setelah sebulan berpuasa, membersihkan diri lahir dan batin maka di hari Idul Fitri kita kembali suci atau fitrah bagaikan bayi yang baru lahir. Sesuai adat dan tradisi, saling silaturahmi untuk bermaaf-maafanpun dilakukan sesama saudara dan tetangga. Opor ayam, ketupat, sambal goreng, dan berbagai jajanan dihidangkan untuk menyambut Idul Fitri.

Lalu bagaimana setelah Ramadhan berakhir dan Idul Fitri lewat. Apakah perjuangan untuk menjadi orang baik selama Ramadhan akan berbekas di bulan-bulan berikutnya? Sayangnya hasil latihan sebulan selama Ramadhan untuk menjadi orang baik sering hilang begitu saja ketika kita memasuki bulan-bulan berikutnya.

Tidak boleh bohong karena sekarang sedang puasa, tidak boleh menggunjing karena sekarang sedang puasa, dan larangan berbuat dosa lainnya seolah-olah hanya berlaku selama Ramadhan. Jadi setelah Ramadhan apakah kita kembali boleh berbuat dosa, boleh bohong, boleh bergunjing, atau malahan boleh kembali korupsi. Hmmm, mungkin itu yang banyak terjadi.

Selama Ramadhan banyak beramal, setelahnya justru malahan kembali ke kebiasaan mengambil hak orang lain atau korupsi. Selama Ramadhan selalu berkata yang baik-baik, setelahnya justru lebih banyak memfitnah orang. Sayang sungguh sayang, berbuat baik hanya berlaku dalam sebulan yaitu hanya selama Ramadhan.

Seharusnya Ramadhan merupakan latihan untuk menjadi orang baik dimana hasil latihan tersebut akan dipakai terus selama sebelas bulan berikutnya. Bagi yang gemar beramal selama Ramadhan, teruslah beramal. Bagi yang gemar berkata baik, teruslah menyebarkan nasehat tentang kebaikan. Perilaku baik selama Ramadhan harus membekas dan mendarahdaging di bulan-bulan berikutnya.

Ramadhan membuat kita mengendalikan nafsu yang menimbulkan dosa, maka setelah Ramadhan kita harus bisa menumbuhkan nafsu untuk terus berbuat baik. Semoga berkah Ramadhan akan terus membuat diri kita menjadi orang baik, orang yang mau berbagi dengan sesama yang masih kekurangan, dan menjadikan kita orang selalu menyebarkan nasehat tentang kebaikan. Jangan hanya selama Ramadhan kita menjadi orang baik, namun tetaplah menjadi orang baik di bulan-bulan berikutnya.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: