Goda-Gado dan Unag-Uneg

21 September, 2010

Lebaran, Liburan, Lemburan

Filed under: Uncategorized — palguno @ 9:58 AM

Lebaran telah usai. Kegiatan silaturahmi, bersalam-salaman, saling meminta maaf kepada sesama saudara dan tetangga telah dilakukan. Lebaran yang difasilitasi dengan liburan berjalan dengan meriah sebagai hadiah setelah sebulan penuh berpuasa.

Rasa lelah, rasa ngantuk, ditambah rasa kenyang karena banyak makanan selama lebaran merupakan dampak yang tidak bisa dihindarkan. Semangat Idul Fitri yang konon katanya membuat orang kembali fitrah diharapkan akan memacu semangat kerja setelah libur lebaran.

Suka duka mudik, macet, panas, atau bahkan mungkin ada yang marah-marah selama perjalanan mudik gara-gara berputar-putar di jalur alternatif menjadi kenangan yang justru indah untuk diceritakan. Kerja keras untuk mendapatkan tiket mudik kini telah terbayar setelah keinginan untuk berkumpul bersama keluarga tercapai. Tidak hanya keluarga, bahkan teman-teman lamapun bisa saling berkumpul sambil bercerita masa lalu yang indah. Masa lalu yang tidak indah juga bisa menjadi indah karena perasaan bahagia berkumpul teman-teman lama di masa lebaran.

Masa-masa libur lebaranpun kini telah berganti kembali menjadi rutinitas kerja sehari-hari. Tangan-tangan yang sebelumnya lelah menyalami sanak saudara kini berganti menjadi menyalami klien. Jari-jari yang selama lebaran sibuk memilih opor ayam dan sambal goreng kini telah kembali sibuk memencet tombol-tombol keyboard komputer. Bahkan tangan yang memegang sendok dan garpu untuk memotong ketupat kini juga telah kembali memegang bolpen dan kertas, gerakan memotong ketupat kembali menjadi gerakan mencoret dan menulis di kertas.

Masa libur lebaran memang tidak bisa serta merta hilang ketika masa masuk kerja tiba. Rasa malas dan bahkan masih mengantuk biasanya muncul di hari-hari pertama masuk kerja. Namun tiada alasan untuk terus bermalas-malasan dalam suasana lebaran yang telah berlalu. Semangat Idul Fitri sudah seharusnya membuat kita kembali bergairah untuk bekerja.

Sedikit malas di awal-awal masuk kerja masih bisa dimaklumi. Namun kerja ya tetap kerja. Tanpa kerja kita tidak bisa mendapatkan penghasilan agar bisa dipakai untuk lebaran mendatang. THR yang telah habis selama libur lebaran harus segera digantikan dengan pendapatan bulan-bulan mendatang.

Hasil silaturahmi dan bermaaf-maafan harus menjadi pemacu semangat kerja. Ketupat menjadi semangat dan opor menjadi obor di tempat kerja. Lebaran yang diisi dengan liburan kini akan berganti menjadi lemburan di tempat kerja. Tetap semangat bekerja setelah jiwa kembali menjadi fitrah.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: