Goda-Gado dan Unag-Uneg

2 Desember, 2010

Bukan Monarki tapi Merapi

Filed under: Uncategorized — palguno @ 2:53 PM

Lapar, haus, sakit, dan berbagai penderitaan lain menyertai para pengungsi letusan Gunung Merapi. Kondisi barak pengungsi yang seadanya, sarana MCK yang dibangun secara darurat, gedung sekolah yang jadi tempat penampungan merupakan pemandangan umum selama terjadinya evakuasi penduduk lereng Merapi. Korban jiwa dan harta benda menjadi hal yang tidak bisa dihindari akibat erupsi Gunung Merapi.

Kini kondisi Merapi telah berangsur-angsur turun meski masih dalam status awas. Sebagian pengungsi telah kembali ke tempat tinggalnya yang sempat ditinggalkan mengungsi. Para relawan juga mulai ditarik dari daerah-daerah yang terkena bencana. Memang belum semua penduduk bisa kembali karena rumahnya hancur total. Begitu pula relawan, sebagian dari mereka masih bekerja membantu pengungsi kembali ke desanya.

Media massa, baik cetak maupun elektronik berlomba-lomba menjadi yang pertama mengabarkan kondisi Merapi lengkap dengan gambaran para pengungsinya. Namun belum selesai persoalan Merapi, kini muncul topik baru yang memenuhi halaman-halaman media massa. Topik baru itu adalah masalah keistimewaan Provinsi DIY yang akan dituangkan dalam bentuk undang-undang. Persoalan yang menjadi panas adalah masalah isu monarki di Yogyakarta, bahkan saking panasnya, seolah-olah mampu mengalahkan panasnya lahar Merapi.

Konon katanya kasus monarki Yogyakarta ini bermula dari pernyataan SBY tentang sistem monarki di Yogyakarta. Pernyataan ini bagaikan efek domino yang akhirnya menimbulkan tanggapan di mana-mana. Sultan Hamengkubuwono X memberikan tanggapan atas pernyataan SBY. Bahkan dalam jumpa pers, Sultan memberikan keterangan dengan menggunakan Bahasa Indonesia dengan sekali-kali diselingi Bahasa Jawa. Mungkin munculnya sisipan Bahasa Jawa ini untuk lebih menekankan bahwa dia benar-benar “mangkel”.

Pro dan kontra muncul di mana-mana. Media massa yang sebelumnya menampilkan berita tentang erupsi Merapi kini beralih topik ke monarki. Para pakar gunung berapi kini digantikan oleh para pakar politik, ilmu komunikasi, sejarah, sosiolog, dan budayawan yang mengomentari tentang topik monarki Yogyakarta. Ada lagi yang istimewa, kalau sebelumnya yang muncul adalah relawan untuk pengungsi Merapi, namun kini muncul relawan lain, yaitu relawan untuk referendum di Yogyakarta. Posko pendaftaran relawan referendum dibuka di beberapa tempat.

Terlepas siapa yang benar dan siapa yang salah, sudah seharusnya sebagai masyarakat yang beradab lebih mengutamakan dialog antar pihak-pihak yang berbeda pendapat. Tidak perlu saling menuduh bahwa pihak yang satu salah karena tidak memahami sejarah, dan pihak lainnya menuduh bahwa ada kesalahpahaman dalam menginterpertasikan suatu pernyataan. Semua perlu dialog untuk mencari titik temu.

Jangan lupa, bahwa para pengungsi Merapi masih memerlukan banyak bantuan untuk bisa hidup normal kembali. Bukan monarki yang harus menjadi prioritas, tapi Merapi yang masih harus diwaspadai. Persoalan monarki bisa dibicarakan dalam ruangan, namun persoalan Merapi dan pengungsinya harus diatasi langsung di lapangan.

Kalau ada pihak yang dianggap salah, minta maaf bukan menjadi hal yang tabu. Jangan sampai sikap takabur menutupi keinginan untuk meminta maaf atau bahkan memberi maaf. Bagaimanapun, kita adalah satu bangsa dan satu negara. Masih banyak persoalan yang dihadapi anak negeri ini, termasuk Merapi yang disusul oleh Bromo.

Semoga para pemimpin bangsa ini diberikan kebesaran jiwa dan sikap sabar.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: