Goda-Gado dan Unag-Uneg

7 Maret, 2011

“Jangan Beda Pendapat karena Saya Tidak Suka”

Filed under: Uncategorized — palguno @ 9:58 AM

Indonesia, negeriku tercinta. Konon katanya didirikan dengan tetesan darah para pejuang yang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Indonesiaku, yang hijau, kaya sumberdaya alam, banyak penduduknya, beragam sukunya, dan subur tanahnya.

Indonesia, berdasarkan konstitusi adalah sebuah republik yang dipimpin oleh Presiden. Masih menurut konstitusi, Presiden dalam menjalankan pemerintahannya dibantu oleh para menteri. Presiden beserta para menteri bertugas menjadi pengelola negara tercinta ini.

Indonesia, menganut sistem demokrasi. Dalam demokrasi kedaulatan berada di tangan rakyat. Rakyat yang berkuasa, namun melalui sistem perwakilan, yang di negara kita adalah MPR, DPR, dan DPD. Sehari-hari DPR lah yang bertugas mewakili rakyat. Jadi bila Presiden dan para menteri bertugas mengelola negara, maka DPR bertugas mengawasi jalannya tugas pengelolaan negara.

Pertama, menteri bertugas membantu presiden menjalankan pemerintahan. Sudah selayaknya jabatan menteri adalah jabatan khusus yang dipegang oleh orang khusus dengan kemampuan khusus pula. Khusus artinya ahli di bidangnya. Jadi menteri harus diisi oleh profesional yang bisa bekerja dengan baik, bukan diisi oleh orang karena pertimbangan balas budi.

Kedua, DPR adalah wakil rakyat, wakil 200 juta lebih rakyat Indonesia. Jadi anggota DPR adalah orang-orang luar biasa yang bisa menyuarakan suara 200 juta lebih rakyat Indonesia, lengkap dengan segala keragaman yang ada. Benar-benar luar biasa, satu orang anggota DPR bisa bersuara sebagai ribuan, bahkan jutaan orang. LUAR BIASA.

Namun apa yang terjadi. Hasil evaluasi kinerja menteri konon katanya banyak yang mengecewakana. Sebagai seorang profesional sudah selayaknya bisa bekerja dengan sangat baik, bila gagal harus introspeksi, kalau perlu mundur dan diganti dengan yang lebih ahli. Kenyataannya pergantian menteri lebih dipertimbangkan karena Parpol tempat asal menteri itu yang berbeda pendapat dengan “bosnya”. Biar jelek kinerjanya, asal masih jadi “anak yang patuh”, maka jabatan menteri aman.

Berikutnya, DPR yang bertugas mengontrol jalannya pemerintahan juga ternyata tidak boleh beda pendapat. Alasannya karena Parpol pengusungnya sudah memiliki keputusan sendiri, jadi anggotanya juga harus “manut”. Apalagi sekarang ada koalisi Parpol pendukung pemerintah, dimana seluruh anggotanya harus satu suara, satu suara yang selalu setuju dengan pemerintah. Jadi sebetulnya DPR itu wakil rakyat atau wakil Parpol, atau wakil koalisi?

Beda pendapat demi kebaikan itu sangat perlu. Namun bila ada beda pendapat terus ada pihak yang “ngambek”, lalu yang beda pendapat harus mendapat terguran, berikutnya negara ini hanya akan satu suara. Iya kalau satu suara itu baik, kalau tidak baik, rakyat pula yang kena ruginya.

Evaluasi kinerja selayaknya harus karena alasan profesional bukan masalah suka atau tidak suka. Wakil rakyat selayaknya mewakili suara rakyat, bukan suara Parpol atau suara koalisi. Itu kalau boleh saya usul.

Sebagai penutup, kesimpulannya adalah “Jangan Beda Pendapat karena Saya Tidak Suka”.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: