Goda-Gado dan Unag-Uneg

10 Maret, 2011

Kapan Donk Ngurus Rakyat?

Filed under: Uncategorized — palguno @ 2:03 PM

Pada awalnya hanya seorang anak biasa, kemudian dia mempunyai cita-cita. Cita-cita untuk menjadi pemimpin sebuah bangsa. Maka jadilah ia menjadi seorang Presiden, seorang Presiden di sebuah negara kepulauan bernama Indonesia. Sebuah negara dengan keragaman suku bangsa yang tinggi.

Presiden, yang dipilih langsung oleh rakyat. Presiden yang mendapat kepercayaan memimpin negara setelah era reformasi meski dia bukan yang pertama menjabat di era reformasi ini. Seorang Presiden yang sudah seharusnya mengabdikan dirinya untuk mengurusi rakyat, menjadi pelayan rakyat, menjadi pelindung rakyat, dan mampu membawa kesejahteraan bagi rakyatnya.

Dalam perjalanannya, banyak rintangan, banyak halangan, banyak tentangan, banyak kritik, dan banyak hal lagi yang tidak mengenakkan. Namun sebagai seorang pemimpin, apapun kesulitan yang muncul, jangan pernah menyerah dalam soal urusan rakyat. Menjadi pemimpin memang susah, kalau selalu mudah justru itu tidak normal.

Kesibukan mengurus rakyat harus menjadi prioritas. Namun apa kenyataannya, Sang Presiden sepertinya sibuk mengurus masalah pencitraan, ketakutan kehilangan dukungan partai politik, takut disebut tidak baik kinerjanya dan lain-lain tetek bengek. Bahkan yang lebih baru lagi adalah takut kehilangan dukungan koalisinya.

Seharusnya, karena dipilih langsung oleh rakyat, maka yang penting adalah dukungan dari rakyat dalam menjalankan tugasnya. Berbuatlah untuk rakyat, niscaya rakyat akan mendukung. Hukumlah aparat yang merugikan rakyat, niscaya rakyat akan mendukung. Lindungilah rakyat, berilah lapangan kerja kepada rakyat, pikirkanlah rakyat yang selama ini menderita, maka bantuan akan berdatangan dari rakyat.

Ketika seorang Presiden lebih sibuk dengan urusan dukung mendukung hanya dari segelintir orang di sekelilingnya, maka urusan rakyat menjadi agak terabaikan, atau bahkan justru sengaja diabaikan. Ragu-ragu atau bahkan tidak berani mengganti aparat pemerintah yang tidak bagus kinerjanya maka berakibat pada pemborosan keuangan negara. Lagi-lagi rakyat yang dirugikan.

Pilihlah pejabat berdasarkan alasan profesional dengan melihat kemampuannya, bukan berdasarkan alasan balas budi untuk bagi-bagi kursi jabatan. Ingatlah masih banyak rakyat yang belum bisa duduk tenang karena masih harus banting tulang mencari nafkah di tengah-tengah lapangan kerja yang sulit.

Jangan pernah hanya membanggakan angka-angka pertumbuhan ekonomi, peningkatan cadangan devisa, tingginya nilai ekspor dan segala macam angka yang memabukkan. Itu semua hanya statistik yang bila tidak hati-hati kita cermati bisa menimbulkan kebanggaan yang semu.

Pemerintah ada untuk melayani masyarakat, namun bila pemimpinnya sibuk mengurus citra dirinya sendiri, dukungan dirinya sendiri, lalu “kapan donk ngurus rakyat?”.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: