Goda-Gado dan Unag-Uneg

5 Mei, 2011

Umum yang Tidak Umum

Filed under: Uncategorized — palguno @ 3:29 PM

Ketika melihat angkutan umum di negeri ini, selalu yang muncul adalah pertanyaan apakah angkutan umum tersebut dikelola dengan baik atau sengaja dibiarkan tak terawat? Seharusnya angkutan umum dikelola dengan baik sehingga bisa melayani masyarakat dengan nyaman, aman, dan tentu saja murah tapi tidak murahan.

Namun kenyataannya adalah kondisi angkutan umum sangat tidak layak, terutama kereta ekonomi yang melayani rute Jabodetabek. Dengan jumlah penumpang yang melimpah, kondisi KRL ekonomi benar-benar tidak manusiawi. Gerbong yang kotor, pengap, penuh sesak dengan penumpang pada jam-jam sibuk.

Sudah banyak pihak yang membahas tentang kondisi KRL ekonomi yang tidak layak. Mulai dari fasilitas tidak terawat, jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta yang tidak tepat, keamanan tidak terjamin, semua itu sudah sering dibahas. Namun entah pihak pengelola kereta api yang tidak pernah tahu, atau pura-pura tidak tahu, atau yang lebih parah sengaja menjadi tidak tahu, kritikan tentang kondisi KRL ekonomi itu tidak pernah menjadi perhatian.

Kita lihat, pagi hari ketika jam berangkat kerja dan sore hari ketika jam pulang kerja, penumpang KRL ekonomi berjubel dalam gerbong, tidak sedikit pula yang naik di atas gerbong. Keadaan ini akan makin bertambah parah bila ada jadwal keberangkatan kereta yang dibatalkan, otomatis penumpang dua kereta akan bergabung menjadi satu. Tidak jarang pula rangkaian KRL ekonomi hanya terdiri dari set alias hanya empat gerbong. Maka jadilah kumpulan penumpang makin dijejalkan dalam gerbong yang tersedia.

Heran sebetulnya bila melihat kondisi KRL ekonomi yang tidak membaik namun di satu sisi para pejabat dan wakil rakyat yang terhormat bisa menikmati fasilitas dengan penuh kemewahan dan kenyamanan. Sebetulnya mereka berpikir atau tidak? Atau memang pikiran mereka lebih diprioritaskan untuk mengamankan jabatan semata. Sudah bertahun-tahun kondisi KRL ekonomi di negeri ini tidak makin membaik, bahkan cenderung memburuk.

Sebagai angkutan umum, KRL ekonomi merupakan transportasi masal yang murah dan bebas macet. Murah seharusnya jangan menjadi murahan. Pemerintah mempunyai kewajiban untuk melayani rakyatnya agar bisa menikmati angkutan umum yang layak, murah, cepat, aman, dan nyaman. Begitu seharusnya angkutan umum masal. Sayang seribu kali sayang, angkutan umum menjadi tidak umum karena yang muncul adalah kondisi yang sumpek, tidak aman, dan lambat karena sering gangguan persinyalan.

Umumnya angkutan umum memberi kenyamanan bagi penumpangnya, namun memang angkutan umum di negeri memang tidak umum, artinya tidak baik. Atau memang yang umum di negeri ini adalah kondisi yang tidak baik?????

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: