Goda-Gado dan Unag-Uneg

9 Oktober, 2011

Lupa

Filed under: Korupsi — palguno @ 7:20 PM

Bukan hal yang aneh, bila ada orang yang lupa meletakkan sebuah benda. Bukan pula hal yang jarang terjadi bila seseorang lupa dengan janjinya. Bahkan bukan hal yang luar biasa juga bila ada orang yang lupa dengan apa yang pernah dilakukan.

Lupa, sifat alami manusia. Anak sekolah lupa dengan PR-nya, karyawan lupa dengan tugasnya, orang tua lupa dengan tanggal ulang tahun anaknya. Banyak hal terjadi yang sering ditutup dengan kata lupa.

Namun sekarang sepertinya kondisi lupa ini lebih sering dipakai oleh para pejabat atau petinggi negara ini yang terlibat dugaan korupsi. Mereka lupa pernah melakukan korupsi, lupa pernah menerima uang suap, lupa pula dengan asal-usul harta kekayaannya.

Lupa, seolah-olah menjadi mantra sakti ketika seseorang menjalani pemeriksaan dari pihak berwajib. Bahkan ada seorang tersangka korupsi yang lupa segalanya, tidak ingat apapun dengan semua yang pernah dilakukan. Lupa pula setelah pergi ke luar negeri, sehingga tidak pulang ke tanah air untuk menengok keluarganya.

Sebetulnya mereka benar-benar lupa atau sengaja melupakan diri, atau mungkin pura-pura lupa akhirnya lupa beneran. Ditanya pernah bertemu, dijawab lupa, ditanya sumber kekayaannya, dijawab lupa. Terus apakah mereka juga lupa dengan lingkungannya, mungkin juga mereka telah lupa dengan lingkungannya. Lupa bahwa dirinya adalah manusia yang hidup di lingkungan manusia.

Manusia hidup di dunia agar saling membantu. Bila lupa pada dirinya, bagaimana bisa saling membantu. Masih muda, kok sudah pelupa. Bukankah sifat lupa itu biasanya muncul karena pikun, dan pikun muncul ketika orang sudah tua. Memang anak muda bisa saja pikun, mungkin itu pikiran para koruptor atau para tersangka tindak pidana korupsi.

Masih muda, kan boleh saja pikun, itu pikiran mereka. Orang pikun tidak seharusnya menduduki jabatan publik di negeri ini. Maka bila ada pejabat publik yang sering bilang lupa atau tidak tahu, selayaknya mundur dari jabatannya. Kan bisa gawat bila pejabatnya pikun, lalu mereka lupa dengan peraturan yang dibuat sendiri.

Jadi, bagaimana menghukum orang yang lupa. Orang lupa tidak bisa dihukum, tapi kalau pura-pura lupa, ya tetap harus dihukum berat. Kalau seseorang lupa dengan asal-usul hartanya, sita saja harta itu untuk dibagikan ke rakyat.

Akhirnya, supaya kita tidak jadi pelupa, selalulah berbuat baik. Perbuatan baik akan menjadi pelindung diri kita di dunia dan akhirat. Jangan sampai ada yang bilang, “kamu kok pelupa amat sih mirip koruptor, jika ditanya selalu bilang lupa”.

Ingat, JANGAN LUPA, cuci kaki dan gosok gigi sebelum tidur.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: