Goda-Gado dan Unag-Uneg

26 Januari, 2012

Besar

Filed under: Korupsi — palguno @ 10:49 AM
Tags: ,

Bos BesarSesuatu yang besar biasanya dipilih daripada yang kecil, meski kadang yang kecil lebih baik daripada yang besar. Rumah besar dipilih daripada rumah kecil. Makanan porsi besar dihidangkan agar memenuhi kebutuhan makan seluruh keluarga. Pesta besar disukai karena lebih ramai daripada pesta kecil.

Namun akhir-akhir ini istilah besar mendapat ‘musibah’. Hal ini karena kata ‘besar’ dipakai untuk menyebut BOS BESAR dan KETUA BESAR yang merujuk pada orang atau oknum terkait masalah korupsi. Bos dan Ketua yang katanya besar, meski ukuran orangnya belum tentu besar, banyak disebut sebagai penerima uang suap ataupun komisi proyek pemerintah.

Jadilah orang besar, supaya bisa bermanfaat bagi orang lain. Berjiwa besar agar kuat dan tabah menerima cobaan. Itulah nasihat yang sering diberikan dari orang tua kepada anaknya. Namun apa jadinya jika orang besar bukannya bermanfaat bagi orang lain, namun justru menyusahkan orang lain akibat tindakan bejatnya melakukan korupsi.

Bos dan Ketua yang besar-besar tersebut bahkan konon suka minta apel, baik apel malang maupun apel washington. Ini lebih tragis lagi karena kedua istilah tersebut merujuk pada permintaan uang suap atau komisi dalam bentuk mata uang rupiah dan dolar amerika. Jadi, hati-hati bila suatu saat nanti ada teman pergi ke Malang, terus kita minta oleh-oleh apel malang, bisa-bisa kita dianggap minta uang suap atau terlibat korupsi.

Sungguh tragis memang nasib si besar dan si apel. Keduanya yang sebelumnya berkonotasi baik sekarang berubah total menjadi negatif. Lebih parah lagi dulu bila pulang kampung ada pujian “selamat ya, usahanya makin maju, sekarang sudah jadi bos besar”, sekarang bila disebut demikian kita jadi sedih.

Mungkin bos besar dan ketua besar tersebut mengkuti istilah mulut besar yang merujuk pada sombong atau tukang obral janji. Pantas saja bila nanti ada kalimat ‘JANGAN PILIH PARA BOS BESAR DAN KETUA BESAR YANG BERMULUT BESAR’ muncul ketika musim kampanye. Yah, memang demikianlah, jangan memilih orang-orang yang katanya besar apalagi bermulut besar yang hanya bisa mengobral janji ketika kampanye, tapi tidak bisa mewujudkan ketika sudah terpilih menjabat.

Bagi para pejabat negeri ini, bila masih ingin disebut orang besar yang bermanfaat bagi rakyat, kembalilah mengabdi dan bekerja untuk rakyat. Bagaimanapun mengurus negara bukanlah pekerjaan sampingan sambil menunggu masa kampanye, namun mengurus negara adalah pekerjaan utama demi rakyat yang telah memilih. Para politisi yang duduk di kursi empuk baik di senayan maupun di kementerian, tetaplah menjaga amanat untuk mensejahterakan rakyat. Karena dalam dunia politik kita tidak selalu bisa memilih siapa kawan dan siapa lawan, maka pilihlah rakyat sebagai kawan dan para politisi busuk sebagai lawan.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: